Prosesi Kirab Bendera Pusaka merupakan salah satu rangkaian utama peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kirab membawa duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dari kawasan Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka dengan iringan pasukan kehormatan, pasukan budaya, serta perwakilan kerajaan dan kesultanan Nusantara. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa sejarah bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan dari peran kerajaan dan kesultanan yang menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju kemerdekaan.

Penyerahan Pataka Kesultanan Banjar dilakukan pada hari Jumat tanggal 8 Agustus 2026 pukul 16.00 WITA di Kediaman Sultan Banjar. Pangeran Rakhmad Samudera atas perkenan Sultan Banjar menyerahkan dan memberikan amanat kepada prajurit TNI AD yang bertugas untuk membawa pataka ini sebagai lambang kehormatan bagi orang Banjar.
Pataka Kesultanan Banjar dibawa oleh Utusan TNI Serda Rahmad Doni dan Praka Tomy Tri Atmaja. Kedua prajurit TNI ini akan memulai tugasnya membawa pataka dalam rangkaian persiapan upacara sejak tanggal 11 Agustus sampai di acara puncak pada 17 Agustus 2026.
Penyertaan Pataka Kesultanan Banjar ini menjadi bagian sejarah terbentuknya Republik Indonesia dan sebagai pengakuan bahwa Kesultanan Banjar di bawah Sultan Banjar yang sekarang yaitu Sultan Haji Khairul Saleh Al Mutashim Billah sebagai komponen pembentuk kehidupan berbangsa.
Dengan berkibarnya Pataka Kesultanan Banjar di lingkungan Istana Negara pada Kirab Bendera Pusaka 17 Agustus 2026, masyarakat Banjar kembali diajak untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budayanya, memperkuat kecintaan kepada tanah air, serta meneruskan semangat para pendahulu dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya, dan mengisi kemerdekaan dengan karya serta pengabdian bagi bangsa dan negara.
